Perbedaan Ejakulasi Dini dan Lemah Syahwat

ejakulasi dan disfungsi ereksi

Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi adalah dua masalah kesehatan reproduksi pria yang umum dikeluhkan oleh masyarakat.

Namun tidak sedikit juga yang belum memahami perbedaan di antara keduanya. Bahkan ada sebagian orang yang salah membeli obat dikarenakan ketidak fahamannya. Mereka membeli obat kuat dengan tujuan agar bisa tahan lama, tapi tetap saja “cepat keluar”. Kenapa? karena yang mereka beli adalah obat kuat yang mengobati disfungsi ereksi (agar penis bisa tegang) bukan obat tahan lama.
EJAKULASI DINI

Ejakulasi dini  merupakan kondisi ketidak mampuan mengontrol ejakulasi. Sehingga ejakulasi “keluar” terjadi dalam waktu yang singkat, dengan rangsangan minimal, dan terjadi sebelum diinginkan. Ketika pasangan berhubungan intim, sang pria keluar dengan sangat cepat. Bisa jadi, dalam 2 detik sudah terjadi ejakulasi.

Penyebab dan Solusi

Ejakulasi dini pada umumnya diderita oleh pria muda atau remaja. Saat masih muda, pria memiliki energi yang sangat besar, hormon testosteron sangat tinggi dan gairah seks yang meluap-luap. Kondisi ini menyebabkan mereka mudah terangsang dan gampang berejakulasi.

Kulit penis yang sangat sensitif terhadap rangsangan disinyalir menjadi penyebab Ejakulasi dini. Sebagai solusinya yaitu dengan membuat kepala penis semi baal dengan Herbal oles seperti Durevel spray, Lhifromen dan lain-lain.

DISFUNGSI EREKSI

Disfungsi ereksi atau lebih dikenal masyarakat awam dengan nama lemah syahwat atau impoten, merupakan suatu kondisi berupa ketidak mampuan mencapai atau mempertahankan ereksi pada penis. Meskipun kadang-kadang ereksi dapat terjadi tapi lebih sering gagal.

Penyebab

Disfungsi ereksi atau impotensi umumnya diderita oleh pria lanjut usia. Pria berusia di atas 40 tahun umumnya kekurangan hormon testosteron membuat tubuh kurang sensitif terhadap rangsangan. Akibatnya penis sulit ereksi dan disebut impotensi.

Penyebab fisik adalah gangguan penyakit seperti flu atau yang lebih parah diabetes. Kondisi ini menyebabkan darah kurang lancar memasuki penis padahal agar penis bisa ereksi keras dia harus terisi penuh dengan darah.

Penyebab psikologis impotensi adalah kondisi mental seperti stres, cemas, atau takut menyebabkan sistem syaraf tidak bisa merespon rangsangan seksual yang ada. Dan sebagai akibatnya penis tidak bisa ereksi dengan keras. Dan kalaupun ereksi bisa terjadi dan hubungan seksual berhasil dilakukan biasanya yang terjadi adalah ejakulasi dini.

Demikian perbedaan utama antara Ejakulasi dini dengan Disfungsi ereksi (impotensi). Kesimpulannya, impotensi adalah ereksi penis yang tidak bisa keras (atau tidak bisa tegang sama sekali), sedangkan ejakukasi dini adalah sperma (air mani) yang terlalu cepat keluar (tidak bisa tahan lama).

Facebook Comments